Kamis, 29 September 2016

In-Field Camp #Day1

In-Camp angkatan gua ini (Soluxverition#15) ini. Bertempatan di daerah Bogor, lebih tepatnya di desa Antajaya. Pertama kali gua denger kata ini asing banget. Tapi gua yakin, ini bakal menjadi suatu tempat yang punya cerita lebih besar daripada Jakarta, Tokyo, Seoul dll. In-Camp gua ini berlangsung selama 6 hari 5 malam. Dari hari minggu tanggal 18 hingga pulang pada tanggal 23. Apesnya karena emang perjalanan ke lokasi memang jauh dan macet. Kita sampe-sampe harus dateng jam 6 pagi sudah sampai di sekolah untuk briefing. Mampus dah gua, bakal telat dah gini, belum lagi gua paling susah kalo bangun pagi. Alhasil gua jadi ke sekolah dari malem minggunya. Naik grab dari rumah jam 8 sampe sana jam 10.30 malem. Gila, Depok bener-bener macet. Apalagi di daerah yang deket Margo, sampe-sampe supir grabnya bilang "Saya jam 12 pernah nganter kesini juga, masih mecet juga kayak begini." gaada papnya sih, coba aja alamin kesini. Kasiannya temen kamar gua si Irfan emang juga kayak gua dateng pas malming. Lah iya rumahnya di Tangerang geblek. Untungnya dia sabar nungguin gua setengah jam lebih karena kunci kamar kita kebawa gua pas pulang Jum'at kemaren.

"har har, bangun har, udah jam segini." gua liat jam hp, malah alarmnya berisik bat lagi. masih jam 4 -,-. Tumben banget dia bangunin gua jam segini. Ya karena masih ngantuk dan bodo amat terhadap jam. Gua tidur lagi dan ternyata bangun-bangun jam 5-an udah ada ustadz Faris dan Irfan. Haha mampus dah gua, untung ga di absen. Jadi ga diapa-apain.

Gua sholat shubuh, ke Kamar Nizar, dan tidur lagi. Bangun-bangun udah jam 6 wkwkwk. Parah, Biarkan lah itu, ga bakal ditinggal juga. Gua langsung mandi dan cuss ke aula. Katanya sih udah rame. Hmm jadi ga sabar nih.

Sampai di aula kita melaksanakan briefing serta foto bersama satu angkatan di lapangan basket. Dengan menggunakan baju In-Camp kebanggaan yang berwarna oranye seperti para supporter the Jak saat menaiki tronton ke tujuan lokasi. Kita tidak menaiki bus namun menggunakan tronton, sudah disiapkan 3 tronton (dua laki, dan satu perempuan).

Perjalanan cukup melelahkan mulai dari jam 7-an sampai di desa Antajaya, Bogor pukul 10.30. Sesampainya disana. Aura-aura berbeda dapat gua rasaka. Udara yang masih segar dengan tanpa adanya polusi. Sejuk tempatnya walau terlihat masih begitu sederhana. Langsung kita diarahkan ke dalam Balai Desa Antajaya. Berkumpul disuatu tempat yang cukup gerah, mungkin karena kita banyak dosa sehingga Allah membocorkan nerakanya sedikit wkwk *lebay dah. Acara pembukaan dibuka oleh Ust. Andre, berbagai sambutan dari kepala desa, bahkan dari kepolisian juga. *gua heran sampe ada polisi segala. Dan yang terakhir adalah hal yang begitu menegangkan. Yaitu pengumuman induk semang. Kebanyakan dipasangkan berpasang-pasangan, tapi yang jelas sesama jenis. Ada juga yang bertiga. Dan gua pas disebutin, agak lega dan kebetulan banget orangnya lagi duduk di sebelah gua. Induk semang gua namanya Pk Ija. Gak tau kenapa namanya Ija, asing banget dan kesannya begitu. Tapi nama tetaplah doa. Gua dan Husein akhirnya resmi sesaat menjadi pembantu setia Pk. Ija yang sebagai majikan gua.

Dari balai desa, untung Pk. Ija bawa motor, jadi kita ceng-tri (bonceng tri) ke rumah beliau. Hahaha, selama di jalan ngeliat Ghina, Nandini, Anwar, Anung dll. lagi pada jalan. Bersyukur lah masih naik motor walaupun motornya juga alakadar nya.

"Nih de udah sampe." begitu pk Ija ngomong gitu. Gua sekejap agak kaget melihat kondisi tempat tinggalnya yang begitu memprihatinkan. "Maaf ya de, ini mah bukan rumah, tapi gubug. Gak kayak di kota, mohon maaf ya de." ucap pk Ija. Ya karena gua inget pas guru bilang disuruh bawa tiker karena takutnya lantainya tanah langsung, gua masih bersyukur karena alasnya masih berupa alas yang layak.

Sembari kita bercerita satu sama lain. Ternyata kondisi pk Ija itu sangat memprihatinkan. Pekerjaannya sebagai petani, petani yang bertani jauh tempatnya yang katanya waktunya itu kalo jalan kaki bisa sampai 3-5 jam, kalo naik motor terus jalan lagi cuma 1,5 jam. Cuma ? hahaha, derita sudah penderitaan gua dan Husein besok -,-.

Gua penasaran, pasti di tempat ini bakal ada anak Lz juga walau gak seberapa. Moga-moga aja orangnya enak-enak. Gua coba ke arah mesjid, dan ternyata ada anak Lz yang berslayer merah sedang masuk ke dalam rumah. Gua coba masuk juga ternyata ada Fuad dan Roy. Kaget ngeliat mereka bareng, jauh banget dari yang gua kira dari orangnya. Induk semangnya Fuad dan Roy itu masih ada garis keluarga dengan pk Ija.

Dzuhur berlalu, kita pun pulang, ingin mencoba membantu pk Ija, namun disuruh istirahat. Jadi kita menonton tv sembari telentang dan tertidur di atas karpet kampung. Bangun-bangun udah ditodongin makan. Bussseng, gua kira makanannya gemana, ternyata malah yang gua lagi kangen-kangennya. Tempe kering lah, sambel, sayur asem sama nasi anget yang semua di masak dari kayu bakar, hmm masih alami dan sehat :D. Nikmat dunia, gua udah kayak orang yang paling bahagia di dunia gara-gara makan makanan terenak wkwk. Setelah makan, gua dan Husein bantu pk Ija ngarit rumput di sawah belakang buat ngasih makan kambingnya.

Malam nya abis isya. Kita briefing bareng sama pk Hafizh (baca:paha fish) *becanda pak :D. Guru tercinta gua dan kelas XI-MS. Kita cerita-cerita. Yang paling lucu pas Fuad cerita, baru berapa jam di Antajaya, si Fuad pas sorenya lagi deketin anak sapi punya pk Ujang (induk semangnya) taunya disamperin sama ibu anak sapinya, langsung dah dikejar hahah untungnya pk Ujang langsung loncat ke atas sapinya dan berhenti. Lagi ngejar diloncatin -_-, bukan orang emang. Yang punya hewannya mah beda. haha

Satu hari yang tak full pun kita tutup dengan tidur malem, sebelumnya kita makan malam dibuatin mie sama bu Yani (istri pk Ija).

Hari yang cukup mengesankan, suatu saat berbagai hari kedepannya punya kesan yang lebih banyak dan besar. Malam yang cukup greget, dimana kita berperang atas elang-elang kecil (baca:nyamuk). Sampe gua bangun 3x dalam semalem, asal lu tau nyamuk kampung lebih ganas, karena lotion segemanapun gak mempan, cuma bedanya nyamuk kampung gampang ditepak gak kayak di kota.

Minggu, 25 September 2016

In-Field Camp #Intro

Sekilas tentang In-Field Camp. Sebelum cerita kegiatannya, biar tau dulu In-Field Camp. Karena ini lebih ke kisah sehari-hari, lebih enaknya pake kata "lu-gua" aja yak. Jadi, saat gua sekolah di SMA Islam Lazuardi, Depok.

In-Field Camp (biasa disingkat "In-Camp") adalah sebuah program tahunan Lazuardi yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 11. Apa aja isinya selama acara tersebut? Lebih mudah bahasanya In-Camp itu seperti KKN (Kuliah Kerja Nyata) atau KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) di kuliah-kuliah sebagai syarat kelulusan. Namun bedanya disini sudah ada sejak SMA, dan sampai saat ini gua belum pernah nemuin sekolah yang ada program seperti ini.

Di In-Camp ini, dari sekolah sebagai perantara untuk murid agar tinggal di suatu desa pelosok yang masih terbelakang keadaannya, nantinya sekitar 2-3 murid akan tinggal bersama satu rumah warga, disitu mereka akan membantu induk semangnya bekerja selayaknya seorang pembantu sehari-hari. Biasanya umumnya mereka bekerja sebagai petani yang saat ini di negeri ini sangat memprihatinkan. Mereka akan merasakan perihnya untuk mencari sepeser uang yang begitu sulitnya untuk didapatkan. Tidak hanya bekerja saja, namun setiap pasangan murid akan diberikan sebuah tanggung jawab yang berupa "Social Project" dimana murid harus membuat sebuah projek untuk desa setempat yang harus bermanfaat bagi desa setempat. Projeknya bisa apa saja, seperti pada saat In-Camp gua ada yang membuat irigasi di sungai; membersihkan masjid seperti layaknya merenovasi ulang bangunan itu; dan masih banyak lagi.

Awalnya banyak bawaan buruk dari berbagai buruk. Mereka berpikir dalam In-Camp ini sebagai ajang penyiksaan. Padahal dalam In-Camp ini banyak pelajaran hidup yang jauh lebih penting daripada pelajaran akademik. Ada juga yang berencana untuk sakit/izin apalah agar tidak mengikuti In-Camp menyeramkan ini. Namun sekolah tetap memaksakan kehendak, bila yang tidak ikut, maka akan diikuti ditahun berikutnya dengan adik kelasnya. Sungguh tidak mengenakkan bukan?
Alhasil apa? dari berbagai niat berat diawal sebelum In-Camp ini. Banyak sekali yang sangat bersyukur dapat mengikuti acara ini. Menyesal berat bila tidak mengikuti acara ini. Bahkan ada yang sampai nangis-nangis saat harus berpisah dengan desa yang didatangi itu.
Gua rasa intro-nya udah cukup, langsung aja kali masuk ke cerita In-Camp.


Kamis, 15 September 2016

hitam PUTIH hitam

Aku sepasang putih yang biasa melindungi tiang-tiang hitam
Aku seorang putih yang mengenakan putih, jadilah putih putih
Aku seorang hitam yang mempunyai sepasang hitam dan putih 
Aku tak suka hitam putih, dan ku tarik sang putih, lalu
Aku seorang putih tak sudi hilang keputihannya
Aku hitam dan kamu putih. Suatu hal yang tak kan menyatu tatkala bergesekan satu sama lain
Aku suka hal ini, lantas hitam putih bertempur
Aku sebuah cahaya datang kepada putih untuk mendamaikannya
Aku terpaksa berhenti, Aku terpaksa berhenti
Aku seorang api yang membakar segala hal, dan 
Aku sang gelap yang menguasai malam
Aku sang terang yang kewalahan menghadapinya
Aku adalah makhluk yang tercipta paling sempurna diantara flora dan fauna
Aku makhluk yang punya hawa nafsu dan mempunyai akal
Aku seorang cahaya yang melawan segala gelapnya malam
Aku menyerah terpikul oleh cahaya
Aku pergi, Aku menangis, Aku kesal, Aku kesal
Aku seorang cahaya sang penguasa hari siang
Aku sebuah kegelapan yang musnah oleh cahaya siang
Aku terbentur, dan terbentuk tak serupa
Aku tak terima kenyataan ini
Aku peduli pada mu. Ada apa di wajahmu
Aku tak apa-apa
Aku inginkan kau jujur
Aku jujur tak apa-apa
Aku ingin kau ikut
Aku ikut dan terlintas "Qulil haqqa wa lau kaana murran"
Aku terpaksa berkata
Aku adalah sang hitam yang menjadi putih
Aku adalah sang putih yang menjadi hitam
Aku pulang dan kau pun ikut pulang 
Aku salahh dan kau pun turut salah
Aku egois, dan kau egois
Aku emosi, dan kau gengsi
Aku menangis, dan kau memaki
Aku santai, dan kau banci
Aku dosa, kau berdosa, semua pun terlibat
Aku damai, dan kau tak terima damai
Aku cukup, dan kau cukup 
Aku harus pergi, dan kau tak perlu pergi
"Putih tak selamanya nampak putih. Hitam tak selamanya nampak hitam. Cahaya dan gelap punya masanya masing-masing untuk menguasai." 
#IslamCintaDamai
#DamaiIndonesiaBersatu
Selamat Ulang Tahun Zack 16th.

Ma'us Sama'

Ku tutup buku kimia ku 
Setelah ku akhiri belajar malam dengan sang bagus
Ku pijakkan bumi, dipijaklah aku berbalik
Ketika tuhan menjatuhkan rizqinya
Melalui tangisan hujan

Hujan yang memberi aura malas dan dingin
Ku lemparkan tubuhku ke atas daratan lembut
Ku menghayal, ku gelisah, ku merinding
Ku menghilang dari gairah hidup
Ingin ku tutup mataku sejenak yang jauh lama
Namun bangun ku begitu menggigil
Ingin ku beri kehangatan ku, namun dihadapanku hanyalah guling yang tak punya rasa
Guling yang terbaik sekalipun hanya memberikan kenyenyakan dan tidak akan memberikan kehangatan
Tak seperti dirimu yang saling melengkapi kehangatan dan kepuasan pada malam indah ini
Walau tak tertampak dirimu, namun kau tampak dalam diriku
Selamat malam dunia
Selamat malam diriku, dan
Selamat malam dirimu <3
Depok, Selasa malam, 06 September 2016

Senin, 12 September 2016

Saat itu 1

Saat itu 1
Saat masanya itu, gangsing Indonesia merupakan mainan terindah yang pernah dimainkan oleh anak kecil di Indonesia
Saat itu bendanya masih berbahan kayu yang berujung lancip
Saat ku jenuh bawah tumpulnya kayu ajaib itu, mereka datang sebagai penjajah era gangsing dunia
Saat itu pula aku begitu melupakan produk lokal ku dan mulai jatuh suka pada benda kerdil ini
Saat ku menyukainya, aku pun hafal dari berbagai bentuk, model, kartunnya dan segalanya
Saat itu pula akademik ku turun, ku biarkan pelajaran aneh itu berlalu, dan ku prioritaskan koleksi benda unik ini
Saat itu aku mulai merasa sangat kurang akan uang jajanku karena telah menghabisinya dengan membeli benda superpower ini
Saat itu pula aku mulai begitu butuhnya uang, uang yang digunakan untuk jajan mainan dan makanan
Saat itu pula ku beranikan tanganku membuka tabungan berjalan milik ayahanda dan ibunda disaat jam tidurnya
Saat itu juga fakta bilang bahwa bila cinta itu dapat selamanya cinta, namun suka hanyalah sesaat, tatkala dia akan hilang
Saat itu juga ku museumkan benda-benda hebat ini yang di kartunnya begitu hebat aksinya, dan realitanya begitu hampa dan fatamorgana
Saat itu ku berfikir ini adalah bagian dari perusak pola pikir anak muda bangsa, walaupun ku tak faham itu dan sudah umum bagi seumuran ku
Saat itu mereka dengan sendirinya hilang dari jaringan sel utama tubuhku ini
Saat itu-nya ku fokus menyelesaikan pendidikan 6 tahun dasar ku
Saat itu pula, ku beranjak untuk menimba ilmu akhirat di sebuah bangunan suci hingga ku lulus di masa menengah pertama ku
Saat itu pun juga, ku sedang depresi, stress, pusing, dalam menghadapi miniatur skripsiku ini
Saat itu aku teringat perkataan dalam acara tv Im-Possible bahwa energi itu tidak dapat dibuat namun dapat berpindah
Saat itu ku buang energi negatif ku ini melalui ritual berenang ku 
Saat itu ku berenang sendiri merena, tak ada yang menemani, pegalnya kaki dan merindingnya badan
Saat itu ku rehatkan diriku sejenak dan beranjak melanjutkan proyek mini besar ku
Saat itu tak sengaja ku memegang telepon pintar ku sambil merekam adikku dan mengingat masa kecilku 
Saat itu dia berkata "How stupid are them, why they're not like in the movie?"
Saat itu ku berhalusinasi, menghayal tingkat tinggi, bernostalgia, dan menyadari merasa terbodohi melalui ini 
"Nice to meet you again Beyblade, it's me your old big fans."
Kuningan, 27 Agustus 2016
sedang proses skripsi mini bab ii 

Kamis, 25 Agustus 2016

Aku

Alharkan Wahid
Diriku hanyalah seorang pemuda, pemuda dari sekian juta pemuda, tubuhku pendek, mempunyai kepala yang besar dan juga keras, arah helaian ujung kepala yang tak teratur, sangat suka hal yang abstrak dan klasik, egoisme yang tinggi, dan masih banyak lagi kekuranganku. Namun tuhan maha adil, maka dari itu…
Diriku suka sekali dengan musik santai, alunan musik slow begitu membuat diriku tenang, lantas tumpukan lembaran kertas yang terjilid lalu terdiri atas ribuan bahkan jutaan kata adalah teman baikku yang selalu mengisi hari-hariku, mungkin tanpanya aku tak dapat merangkai kata- kata indah ini. Teh hijau atau bahasa kerennya green tea, hmm serupan manis kesukaanku, apapun rasa yang berkaitan warna daun hijau itu, sungguh menyejukkan hidup ini.
Diriku seorang yang agak sulit berteman, namun punya cita-cita besar agar semua manusia mengenalku, entah bagaimana itu akan ku paksa bagaimana caranya, egoisnya diriku.
Setiap hari terus berlalu, tak lagi ku lewati detik yang tak bermakna, maka dari itu blog ini muncul :D, dari pagi siang sore malam lalu pagi lagi, merupakan hal yang sangat berat bagiku untuk melihat pagi, seringkali pagi itu ku lewati dengan magnet kasur empukku ini. Tapi aku yakin kebiasaan buruk itu akan kumusnahkan dari duniaku yang fana’ ini serta hal yang seperti ini memang sudah kodratnya manusia bukan ? 
Adanya blog aneh ini, tidak kurang tidak lebih, karena ku tahu bahwa semuanya tidak diberikan dengan seadanya, melainkan untuk diraih, disini diriku hanya ingin berbagi apapun itu, karena diriku telah cukup banyak meraih suatu hal, dengan ini agar kalian dapat meraih suatu dariku.
Satu lagi, mungkin dari susunan kata diatas tadi, memanglah begitu membingunkan dan penggunaan bahasa yang aneh atau tidak jelas, kadang yang aneh itu sedikit, karena ku tahu bahwa yang sedikit itu begitu istimewa, lantas dari aneh itu seringkali mempunyai inovasi yang unik dan keren. Karena bagiku kata aneh itu tidak ada, melainkan adeh itu tetaplah unik. Salam kenal wahai pembaca. Untuk lebih tahu diriku, anda dapat mempelajari lebih tentang diriku dengan mengontak diriku, karena tuhan tidak memberikan segalanya dengan mudah, melainkan membiarkan hambanya untuk mencari tahu lebih.