Sekilas tentang In-Field Camp. Sebelum cerita kegiatannya, biar tau dulu In-Field Camp. Karena ini lebih ke kisah sehari-hari, lebih enaknya pake kata "lu-gua" aja yak. Jadi, saat gua sekolah di SMA Islam Lazuardi, Depok.
In-Field Camp (biasa disingkat "In-Camp") adalah sebuah program tahunan Lazuardi yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 11. Apa aja isinya selama acara tersebut? Lebih mudah bahasanya In-Camp itu seperti KKN (Kuliah Kerja Nyata) atau KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) di kuliah-kuliah sebagai syarat kelulusan. Namun bedanya disini sudah ada sejak SMA, dan sampai saat ini gua belum pernah nemuin sekolah yang ada program seperti ini.
Di In-Camp ini, dari sekolah sebagai perantara untuk murid agar tinggal di suatu desa pelosok yang masih terbelakang keadaannya, nantinya sekitar 2-3 murid akan tinggal bersama satu rumah warga, disitu mereka akan membantu induk semangnya bekerja selayaknya seorang pembantu sehari-hari. Biasanya umumnya mereka bekerja sebagai petani yang saat ini di negeri ini sangat memprihatinkan. Mereka akan merasakan perihnya untuk mencari sepeser uang yang begitu sulitnya untuk didapatkan. Tidak hanya bekerja saja, namun setiap pasangan murid akan diberikan sebuah tanggung jawab yang berupa "Social Project" dimana murid harus membuat sebuah projek untuk desa setempat yang harus bermanfaat bagi desa setempat. Projeknya bisa apa saja, seperti pada saat In-Camp gua ada yang membuat irigasi di sungai; membersihkan masjid seperti layaknya merenovasi ulang bangunan itu; dan masih banyak lagi.
Awalnya banyak bawaan buruk dari berbagai buruk. Mereka berpikir dalam In-Camp ini sebagai ajang penyiksaan. Padahal dalam In-Camp ini banyak pelajaran hidup yang jauh lebih penting daripada pelajaran akademik. Ada juga yang berencana untuk sakit/izin apalah agar tidak mengikuti In-Camp menyeramkan ini. Namun sekolah tetap memaksakan kehendak, bila yang tidak ikut, maka akan diikuti ditahun berikutnya dengan adik kelasnya. Sungguh tidak mengenakkan bukan?
Alhasil apa? dari berbagai niat berat diawal sebelum In-Camp ini. Banyak sekali yang sangat bersyukur dapat mengikuti acara ini. Menyesal berat bila tidak mengikuti acara ini. Bahkan ada yang sampai nangis-nangis saat harus berpisah dengan desa yang didatangi itu.
Gua rasa intro-nya udah cukup, langsung aja kali masuk ke cerita In-Camp.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar